Refleksi Akhir PPL Terbimbing

Ajib Alfarizi, S.Kom.

"Tabe Salamat Linggu Nalatai, Salam Sahujud Karedem Malempang! Adil Katalino, Bacuramin Ka' Saruga, Basengat Ka' Jubata."

E-Portfolio 1: Fondasi Karakter Mahasiswa & Evaluasi Praktik Pembelajaran

Komponen 1

Profil Mahasiswa

Ajib Alfarizi

Ajib Alfarizi, S.Kom.

Guru Vokasi / Informatika

IoT Jaringan CPA

Akar Katingan & Jejak Akademik

Nama saya Ajib Alfarizi, lahir dan tumbuh di Desa Tumbang Gaei, Kecamatan Bukit Raya, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Sebuah daerah yang kaya akan pesona alam, dari bentangan panjang Sungai Katingan hingga lebatnya hutan tropis yang menjadi habitat satwa langka Rangkong Gading. Di tanah ini, kearifan lokal Dayak mengakar kuat—ritual Tiwah, kebersamaan Rumah Betang, serta gotong royong menjaga alam adalah nilai-nilai luhur yang mendarah daging dalam diri saya.

Saya adalah lulusan Program Studi Teknik Informatika, STMIK Banjarbaru (Lulus 2024, Wisuda 2025). Latar belakang akademik ini membekali saya dengan kompetensi pengembangan aplikasi web, jaringan komputer, dan sistem Internet of Things (IoT). Saya juga mengantongi sertifikasi BNSP (Junior Network Administrator) dan CPA (Certified Public Speaking). Di luar teknis IT, jiwa pendidik saya tertanam melalui pengabdian sebagai Pembina Pramuka (lulusan KMD 2019) dan pengalaman mengajar lintas disiplin di beberapa sekolah.

Inspirasi Menjadi Pendidik Profesional

Inspirasi saya untuk menjadi guru profesional berangkat dari pengalaman pribadi yang tumbuh di daerah dengan keterbatasan akses pendidikan. Sebagai lulusan S1 Teknik Informatika, saya melihat secara langsung kesenjangan digital dan keterbatasan akses teknologi di daerah terpencil yang berdampak pada rendahnya kualitas pembelajaran. Hal ini mendorong saya untuk berkontribusi sebagai pendidik yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membuka akses literasi digital bagi siswa.

Saya ingin menjadi jembatan agar peserta didik, khususnya di daerah 3T, tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi dan mampu bersaing di era digital. Visi pendidikan saya adalah menciptakan pembelajaran yang berbasis teknologi, inklusif, dan adaptif terhadap kebutuhan zaman, tanpa mengesampingkan nilai-nilai karakter dan kearifan lokal.

"Guru yang baik bukanlah yang mengajarkan semua jawaban, tetapi yang membangkitkan rasa ingin tahu dan semangat belajar pada setiap muridnya."

Komponen 2

Analisis Artefak & Perangkat Pembelajaran

Kajian mendalam terhadap RPP, Media, dan implementasi pembelajaran Kelas X (Program Logam & Tekstil) pada PPL Terbimbing.

Refleksi Kritis Produk Pembelajaran

1. Kendala Penyusunan & Proses

Kendala utama adalah manajemen waktu saat mengintegrasikan media IT (video interaktif/visualisasi) ke dalam bengkel praktik vokasi yang fasilitas digitalnya terbatas. Selain itu, menyesuaikan instrumen penilaian untuk mengukur keterampilan motorik siswa sekaligus pemahaman teoritis membutuhkan perancangan rubrik yang sangat detail.

2. Teori & Konsep Pedagogi

Penyusunan produk mengadopsi Teori Konstruktivisme Vygotsky (memberikan scaffolding bertahap saat praktik logam/tekstil). Kerangka kerja yang digunakan adalah TPACK, dimana saya memadukan *Content* (materi vokasi), *Pedagogy* (pendekatan Pramuka & Project-Based Learning), serta *Technology* (media visual IT) secara holistik.

3. Faktor Keberhasilan Penerapan

Keberhasilan dipicu oleh desain media pembelajaran yang menarik secara visual (memanfaatkan keahlian web/desain). Selain itu, penyisipan nilai karakter melalui pendekatan *ice-breaking* ala Pramuka sukses meningkatkan kedisiplinan, fokus, dan gotong royong antar siswa saat bekerja di laboratorium/bengkel.

4. Adaptasi Situasi Kelas Berbeda

Modul ini dirancang fleksibel. Jika diimplementasikan di sekolah 3T (tanpa proyektor/listrik stabil), media video akan diganti dengan Job Sheet cetak bergambar (infografis) dan demonstrasi alat secara langsung. Metode PjBL juga bisa diubah batas waktunya disesuaikan dengan ritme pemahaman siswa di kelas yang berbeda.

Komponen 3

Lampiran Penilaian & Siklus Mengajar

Sintesis Penilaian dari Guru Pamong (GP) & Dosen Pembimbing (DPL) selama 3 Siklus.

01

Siklus Pertama

Adaptasi

Catatan GP & DPL (Lampiran 7 & 8): Perangkat pembelajaran sudah sistematis, namun dalam praktik mengajar, manajemen alokasi waktu dan pengkondisian kelas (antara jurusan Logam dan Tekstil) masih perlu penyesuaian keras karena karakter siswa yang bertolak belakang.

Respon Mahasiswa: Memanfaatkan skill public speaking (CPA) untuk menguasai komunikasi panggung kelas dan mengatur tempo materi.
02

Siklus Kedua

Integrasi IT

Catatan GP & DPL: Nilai penyusunan perangkat meningkat tajam. RPP telah mengintegrasikan media digital interaktif dengan sangat baik. Namun, GP menyarankan agar siswa bergaya belajar kinestetik diberikan ruang lebih saat sesi teori berlangsung.

Respon Mahasiswa: Menerapkan Teaching at the Right Level (TaRL) melalui lembar kerja berdiferensiasi.
03

Siklus Ketiga

Akselerasi & Refleksi

Catatan GP & DPL: Praktik mengajar dieksekusi dengan sangat prima. Mendapat apresiasi khusus karena berhasil mengaitkan materi teknis vokasi dengan pelestarian lingkungan (kearifan lokal Katingan). Kelas sangat kondusif dan target belajar tercapai.

Kesimpulan Penilaian: Kematangan emosional dan penguasaan konten IT guru terbentuk solid di akhir siklus.

Komponen 4 & 5

Model Guru & Refleksi Akhir

Misi & Model Guru Profesional

"Menjadi pendidik vokasi dan informatika yang inovatif, berjiwa luhur (memiliki semangat Pramuka), dan menjadi jembatan literasi digital bagi daerah tertinggal."

Kompetensi Karakter yang Dibangun:
  • Profesional (Technological Expert) Terus mengasah ilmu mutakhir seperti Web, IoT, dan Jaringan agar pendidikan vokasi relevan dengan industri 4.0.
  • Pedagogik & Kepribadian Mengadopsi kepemimpinan Pramuka yang tegas namun mengayomi. Menerapkan pembelajaran berdiferensiasi yang inklusif.
  • Sosial Budaya (Kultural) Menanamkan kebijaksanaan lokal Katingan (gotong royong, menghargai alam) ke dalam setiap proyek siswa.

Refleksi Akhir Pengembangan Diri

Kekuatan (Strengths)

Penguasaan teknologi (IT) yang matang memudahkan digitalisasi administrasi dan media ajar. Kemampuan Public Speaking sangat membantu mengkondisikan ketertiban siswa di bengkel praktik.

Kelemahan (Weaknesses)

Terkadang masih memiliki kecenderungan terlalu berfokus pada kecanggihan teknologi alat bantu ajar, sehingga memakan waktu lama dalam persiapan, dan terkadang melupakan kesiapan psikologis siswa di awal jam pelajaran.

Rencana Tindak Lanjut

Untuk menjadi guru sesuai model yang dituju, saya akan memperdalam kajian psikologi pendidikan (khususnya pendekatan TaRL). Saya juga berkomitmen untuk rutin mengikuti MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) dan lokakarya pendidikan guna mensinkronkan kurikulum berbasis IoT dengan kearifan lokal secara lebih efisien.